“Beri aku 10 pemuda,  maka akan kuguncangkan dunia – Ir. Soekarno”

Anak muda banyak disebut sebagai agen perubahan (agent of change). Namun, mengapa mereka layak mendapatkan predikat tersebut?Setidaknya, terdapat beberapa alasan mengapa anak muda cocok disebut sebagai agen perubahan:

1. Tak cepat merasa puas

Kunci perubahan terletak pada kemampuan kita untuk bisa terus berkembang. Hal inilah yang melekat dalam diri setiap anak muda. Mereka tak lantas merasa nyaman dengan kondisi yang ada; selalu ada keinginan untuk terus memperbaikinya dari berbagai sisi

2. Adanya hasrat untuk berbuat lebih

Dalam diri mereka, anak muda menyimpan keinginan untuk bisa berbuat sesuatu yang lebih besar melampaui pencapaiannya saat ini. Mereka ingin untuk bisa menyumbangkan dampak positif (positive impact) untuk orang-orang di sekitar, sebagai bentuk pengabdian sekaligus pembuktian diri.

Di Indonesia, banyak contoh ini bisa kita temukan dalam diri anak muda. Sebagai seorang calon dokter, Gamal Albinsaid (24) bisa saja fokus untuk mengembangkan kariernya sebagai dokter profesional di rumah sakit besar. Namun, ia mencoba mengerahkan kepekaaannya untuk melihat apa yang sebenarnya benar-benar sedang dibutuhkan oleh masyarakat di sekitarnya. Refleksi inilah yang mendorong lahirnya ide Klinik Sampah, sebuah program layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Hanya dengan menukarkan sampah, masyarakat bisa mendapatkan berbagai fasilitas kesehatan yang selama ini mungkin sulit diakses oleh mereka.

3. Selalu punya ide segar yang inovatif

Anak muda memiliki banyak sekali peluang yang bisa dimanfaatkan untuk menuangkan ide-ide segar mereka. Tak sekedar berhenti sampai di situ, banyak kesempatan untuk bisa mewujudkannya sebagai sebuah bentuk kerja yan riil.

Di Komunitas Millennials Berkarya, setiap anak muda dapat mengekspresikan opini mereka mengenai cara memajukan kondisi sosial kemasyarakatan di Indonesia. Para inisiator muda tersebut (mahasiswa, wirausahawan, komunitas sosial, profesional muda) juga diberikan kemudahan untuk bisa berkontribusi nyata, dengan mewujudkan ide dan aspirasi tersebut. Kehadiran Komunitas Millennials Berkarya diharapkan bisa menjadi penopang (support system) sekaligus medium anak bangsa untuk berkarya bagi kemajuan Indonesia.

4. Kritis dalam berpikir dan bertindak

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, anak muda selalu menginginkan adanya perkembangan ke arah yang lebih baik. Hal ini yang memupuk tumbuhnya sikap kritis dalam diri mereka. Baik terhadap lingkungan sekitar maupun diri sendiri, mereka tak akan berhenti untuk bertanya dan mencari jawaban hingga mendapatkan pemecahan yang terbaik.

5. Memiliki daya juang yang besar

Berada di usia produktif membuat anak muda memiliki ketahanan yang tinggi untuk memperjuangkan ide-ide mereka. Hal ini juga dibarengi dengan semangat menggebu-gebu, serta adanya daya juang yang besar. Mereka tak takut untuk mengambil resiko dan senantiasa maju untuk memperjuangkan ide dan aspirasi mereka.

Secara keseluruhan, anak muda memiliki segala kemungkinan untuk bisa membantu mereka mewujudkan perubahan nyata di lingkungan sosial kemasyarakatan Indonesia. Untuk itu, Komunitas Millennials Berkarya pun hadir untuk menghubungkan para agen perubahan ini dan merumuskan bersama apa yang bisa mereka lakukan untuk memajukan Indonesia.
Mari, jadilah bagian dari Komunitas Millennials Berkarya dan nyatakan peran aktifmu. Tunjukkan aksi nyata karya anak bangsa versimu, untuk kehidupan Indonesia yang lebih maju!

Sumber gambar :
Cover: https://www.entrepreneur.com/article/289464
https://www.nyas.net/
http://www.huffingtonpost.co.uk/nic-marks/taking-international-day-of-happiness-into-work_b_5000768.html
http://www.huffingtonpost.com/2014/08/06/working-in-nonprofit_n_5652398.html
https://www.thebalance.com/inputs-outputs-outcomes-impact-what-s-the-difference-2502227

The secret to building a world-class startup team