Siapa bilang anak muda kita hanya bisa memberikan kritik dan mengeluh? Buktinya, banyak dari mereka yang terbukti mampu memberikan inovasi yang bersifat membangun. Tak hanya dirasakan manfaatnya oleh orang sekitar, aksi nyata mereka bahkan diakui hingga tingkat mancanegara. Contohnya ialah seperti berikut ini:

 Radio Magno

https://soulofjakarta.com/index.php?modul=radio-vintage-karya-anak-bangsa-yang-mendunia-.html&id=MTA5NDI=

Sejak lama, produk yang satu ini banyak dibicarakan di kalangan mancanegara. Siapa sangka Radio Magno (atau yang juga dikenal sebagai Magno Wooden Radio) lahir dari Temanggung, Jawa Tengah adalah Singgih Kartono, pria yang menjadi sosok jenius di baliknya. Melalui Radio Magno, beliau  memberdayakan keahlian para masyarakat sekitar untuk menciptakan produk radio kayu bergaya vintage dengan kualitas tingkat tinggi. Saat ini, peminat Radio Magno berasal dari banyak negara, terutama dari Eropa dan Amerika.

Sepatu Niluh Djelantik

https://www.tabloidbintang.com/articles/berita/sosok/75195-niluh-djelantik-ajak-masyarakat-untuk-mencintai-indonesia-dengan-berkarya

Dari ranah mode, kita patut berbangga karena banyaknya produk mode anak bangsa yang diakui dunia. Salah satunya ialah label sepatu asal Bali, Niluh Djelantik. Sepatu handmade yang dikeluarkan oleh label ini dikenal dengan desainnya yang unik namun nyaman dikenakan, serta sulaman khas etnik yang sangat cantik. Berkat karyanya ini, Niluh Putu Ary Pertami, berhasil membantu kehidupan masyarakat di sekitar yang berkontribusi sebagai pengrajin di kantor miliknya.

Boneka Papermoon

https://www.zetizen.com/show/1848/jogper-jogja-kini-bikin-baper-gara-gara-aadc-2

Maria Tri Sulistyani, atau biasa disapa Ria, memiliki kecintaan yang sangat tinggi terhadap dunia teater. Ia pun menggunakan kreativitasnya untuk menciptakan teater boneka “Papermoon Puppet Theatre”, sebuah pertunjukan boneka yang banyak mengangkat kisah tentang cerita sejarah secara ringan dan menarik untuk penonton dewasa. Karyanya ini mendapatkan apresiasi yang sangat luar biasa lho, baik di dalam maupun luar negeri. Tak terhitung banyaknya negara yang mengundang Ria dan kelompoknya untuk menunjukkan karya mereka, seperti Malaysia, Jepang, dan Amerika Serikat.

Bioplastik Avani Eco

http://www.leparisien.fr/flash-actualite-economie/un-entrepreneur-indonesien-s-attaque-au-fleau-du-plastique-08-02-2017-6664536.php

Sebagai seorang pemuda yang sangat mencintai surfing, Kevin Kumala sempat keheranan tatkala pantai di Bali banyak memberikannya pemandangan sampah plastik. Berangkat dari keprihatinan tersebut, ia dna timnya pun mengembangkan sebuah terobosan bioplastik baru dengan memanfaatkan pati singkong, yang selama ini mungkin jarang dimanfaatkan. Tak disangka, apa yang mereka kerjakan ini berbuah positif dan diakui manfaatnya. Hingga saat ini, produk buatan Avani Eco telah banyak digunakan oleh perusahaan, jaringan hotel, serta kafe baik di dalam maupun luar negeri.

Sama halnya seperti Kevin Kumala yang berhasil menciptakan perubahan dengan berkaca pada kondisi sekitar, saat ini banyak anak muda yang tengah memperjuangkan mimpi mereka untuk bisa berkontribusi lebih demi pengembangkan lingkungan sosial kemasyarakatan. Contohnya ialah seperti kesepuluh karya anak muda yang berhasil tembus sebagai finalis kompetisi Millennials Berkarya. Berawal dari ide, kini mereka dipertemukan jalan untuk mengubahnya menjadi sebuah tindakan nyata: tindakan untuk memajukan Indonesia.

Bagi kamu yang ingin mengikuti jejak langkah mereka, jangan pernah berhenti untuk mendorong diri. Inspirasi bisa datang dari mana saja, contohnya seperti yang bisa kamu temukan lewat komunitas Millennials Berkarya.

Ingatlah bahwa perubahan tidak akan terjadi dengan sendirinya; semua dimulai dari dirimu!