Pendidikan adalah sebuah upaya untuk meningkatkan pengetahuan kita. Namun lebih dalam dari itu, selayaknya pendidikan adalah tentang meningkatkan martabat hidup. Ia merupakan salah satu modal yang terbukti baik dalam mendorong manusia untuk bisa mencapai level terbaik dalam hidupnya; memanusiakan manusia.

Itulah sebabnya, sejatinya pendidikan adalah untuk semua, tanpa terkecuali. Namun sayang, berbagai macam faktor membuat fasilitas yang satu ini tak dapat diterima dengan sama oleh semua orang. Terlebih, bagi mereka yang hidup di daerah terpencil.

Kita patut berbangga bahwasanya banyak sekali anak-anak muda yang tergerak akan isu tersebut, dan rela memperjuangkan pendidikan bagi orang lain. Contohnya seperti yang dilakukan oleh pemenang keenam hingga kesepuluh kompetisi Millennials Berkarya. Cara yang ditempuh berbeda-beda, namun pada dasarnya mereka mengemban misi yang sama.

Bangun Yayasan Berbagi Semangat

Perjuangan teman-teman di Komunitas Berbagi Semangat adalah salah satu contoh yang wajib dicontoh. Keprihatinan mereka akan kehidupan para yatim-piatu membuat mereka tergerak untuk memfasilitasi teman-teman tersebut. Kini, dengan bantuan Millennials Berkaya dan para donatur lainnya, mereka tengah membangun sebuah yayasan agar bisa menampung lebih banyak lagi mereka yang membutuhkan. Tak sekedar menampung, upaya pembinaan pun akan dilakukan agar kelak para saudara yatim-piatu tersebut bisa mandiri untuk mengembangkan kehidupan mereka.

https://kitabisa.com/berbagisemangat

 

Bantu Bangun Sekolah untuk Adik-adik di Mamasa

Atau tengok perjuangan anak-anak muda di Mamasa, Sulawesi Barat. Foto unggahan salah satu sekolah dasar di Mamasa membuat hati mereka tergerak untuk melakukan tindakan nyata dan menggalang bantuan. Sebab, kondisi sekolah tersebut sangat memprihatinkan dan jauh dari kata layak.

 

https://kitabisa.com/sekolahdimamasa

Beruntung, niat baik ini terdengar oleh Millennials Berkarya dan juga para donatur lainnya, yang kemudian bahu-membahu menggalang dana dan bala bantuan untuk mewujudkannya.

Demi akhlak manusia yang lebih baik

Pendidikan tak terbatas hanya pada ilmu terukur semata, namun juga pendidikan agama. Semangat inilah yang nampak pada proyek sosial yang diperjuangkan oleh pemenang kedelapan hingga kesepuluh dari kompetisi Millennials Berkarya.

Lanjutkan Perjuangan (Alm) Pak Haji Oji

Madrasah Nurul Ikhwan yang merupakan inisiatif dari keluarga Kang Roni–anak dari Pak Haji Oji–sempat terbengkalai sepeninggalan Kang Roni, serta karena keterbatasan biaya. Namun, anak Kang Roni bersama guru relawan lainnya tetap bersemangat untuk melakukan kegiatan belajar-mengajar, demi memenuhi semangat anak-anak yang datang.

https://kitabisa.com/lanjutkanperjuangan

Untuk itulah, inisiatif ini didaftarkan di Millennials Berkarya agar bisa ditemukan dengan para donatur sosial yang tergerak. Dan kini, pembangunan Madrasah Nurul Ikhwan pun sudah mulai dilanjutkan kembali.

Bangun Pesantren Yatim Muslimah Penghapal Qur’an

Cerita serupa juga dialami oleh penggerak Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an. Ketiadaan asrama dan ruang belajar yang layak menjadi perjuangan sendiri bagi Usth. Eva Faridah dan teman-teman di pesantren. Tak ingin mengecewakan para peserta yang kebanyakan berasal dari kalangan yatim-piatu, mereka pun memperjuangkan pembangunan fasilitas yang lebih memadai.

 

https://kitabisa.com/bangunmajlis

Dengan masuknya proyek ini di Millennials Berkarya, sedikit banyak membantu pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an, serta mempertemukan Usth. Eva Faridah dengan orang-orang yang ingin membantu.

 2 Tahun Tanpa Gaji, Guru Hanya Minta Perpustakaan

Begitupun dengan perjuangan para guru di MTS Al Islamiyah, NTT. Dua tahun pertama berdiri, para guru tersebut secara swadaya melakukan patungan untuk membeli kebutuhan pengajaran. Murid yang datang pun tak dipungut biaya sepeser pun. Kini, mereka tengah memperjuangkan pembangunan perpustakaan yang layak untuk mendukung kebutuhan belajar para murid di sana. Meski serba terbatas, mereka bertekad bahwa bantuan dari Millennials Berkarya dan teman-teman donatur bisa meringankan mimpi mereka.

 

https://kitabisa.com/perpustakaanmadrasah

 

Belajar dari lima potret proyek sosial di atas, kita patut berlega hati. Sebab, masih banyak orang di luar sana yang tak hanya peduli akan kehidupan sendiri, namun juga kehidupan sosial orang-orang di sekitar. Sebab pada dasarnya pendidikan yang layak adalah hak setiap orang. Dan jika bukan kita yang memperjuangkannya, siapa lagi?