“Tunjukkan kemampuanmu yang sesungguhnya”

Beberapa anak muda kebanggaan Indonesia memang telah memberikan sumbangsihnya untuk membangun negeri ini. Seperti Gamal Albinsaid dengan Klinik Asuransi Sampah-nya, Gibran Huzaifah lewat e-fishery, dan masih banyak lagi. Meski kecenderungan para anak muda untuk berkarya mulai menguat akhir-akhir ini, tak ayal beberapa keraguan masih kerap dirasakan oleh mereka dalam usahanya untuk berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. Contohnya ialah seperti berikut:

Keraguan untuk memulai

Bagi banyak anak muda, proses memulai merupakan hal yang berat dan menakutkan. Mereka sudah terbebani oleh bayangkan proses eksekusi yang berat dan berliku-liku. Hal inilah yang banyak menghambat anak muda untuk memproses idenya. Banyak dari mereka yang takut untuk “merusak” ide brilian saat eksekusi, sehingga mereka memilih untuk tetap puas dengan sekedar berkhayal:

Takut Bersaing

Langkah pertama telah diambil, para anak muda pun telah berhasil mengalahkan pikiran dan ketakutannya sendiri. Namun, masalah lain timbul saat ide telah diproses dan siap dilempar ke pasaran, ternyata ide tersebut telah banyak diolah dipasaran. Lalu, bagaimana cara bersaing dengan para kompetitor yang telah lebih unggul?

Scott Berkun, penulis buku The Dance of The Possible, percaya bahwa anak muda cenderung kecil hati saat memandang kompetitor yang jauh lebih unggul. Mudah bagi anak muda untuk merasa kecil dan kehilangan rasa percaya diri. Mereka lupa bahwa sesungguhnya para kompetitor itu pun juga melalui proses awal yang membutuhkan banyak proses adaptasi. Kuncinya ialah tetap fokus dengan ide, dan jangan biarkan ketakutan untuk bersaing mengalahkan keinginan untuk maju.

Takut dipandang remeh

Usia yang masih belia serta pengalaman yang belum cukup mumpuni, membuat banyak anak muda merasa ragu untuk memulai suatu perubahan. Faktanya, pemikiran baru yang segar khas anak muda malah berpeluang untuk memberikan kesempatan berkarya yang belum pernah ada sebelumnya. Bila ide-ide tersebut dikembangkan dan dibina dengan baik, tentunya pemikiran tersebut dapat berguna untuk kebaikan bersama.

Takut tak ada peluang

Di era yang serba ada ini, memikirkan kemungkinan peluang baru untuk berkarya memang terasa tak mungkin. Namun bila kita telah mengenal diri secara mendalam, peluang untuk mengembangkan diri dan peluang baru tentunya lebih besar. Belajar dari para anak muda berprestasi Indonesia seperti Andrew Darwis (founder Kaskus), Mesty Ariotedjo (founder WeCare.id), dan Nabila Firdausyiah (penggagas Kampung Jodian). Ketiganya merupakan anak muda yang berkontribusi sesuai dengan bidang dan keahliannya masing-masing.

Takut dengan karya yang tak berkualitas

Usia yang masih muda tentunya membuat para millennials memiliki idealisme yang tinggi terhadap kreasinya. Meski bukan hal yang buruk, hal itu sendiri terkadang menghambat anak muda dalam meluncurkan produknya. Banyak dari mereka merasa ide yang telah dikerjakan matang-matang itu belum memenuhi ekspektasi, sehingga produk pun tidak dapat berkembang.

Penting bagi anak muda untuk menjaga kualitas ide dan kreasinya, namun jangan jadikan hal tersebut hambatan untuk berprogres. Tetaplah menggali potensi karya sambil meluncurkannya ke pasaran, agar progres tidak berjalan di tempat.

Bagi para anak muda, berada di lingkungan yang inspiratif dan membangun tentunya juga bisa menyemangati kamu untuk semakin berkontribusi untuk masyarakat. Untuk itu, komunitas Millennials Berkarya berusaha memfasilitasi anak muda lewat kompetisi galang dana yang bisa kamu cek di sini, untuk mewujudkannya jadi upaya nyata. Temukan juga banyak inspirasi di Millennials Berkarya untuk membangkitkan motivasi diri dan membakar semangat dalam dirimu!

Sumber Gambar :
https://x.detik.com/detail/intermeso/20161110/Membawa-Kerajinan-Bambu-ke-Pasar-Dunia/index.php
http://www.thepatternpages.com/learn-to-sew/2015/6/9/10-tips-for-flattering-your-figure
http://indonesiaeconomicforum.com/article/read/do-indonesian-youth-lack-inspiration
https://www.youtube.com/watch?v=zvKgPw4D_dc
http://www.livestrong.com/article/556295-depression-and-indecision/
https://x.detik.com/detail/intermeso/20161110/Membawa-Kerajinan-Bambu-ke-Pasar-Dunia/index.php