Persaingan yang salah telah menguasai kita…

 

Indonesia, tanah surga dengan beribu hektar keindahan alam yang tak bisa dicapai mata memandang. Air bagai cermin, pepohonan bagai rumah, tanah bagai sumber kehidupan. Mengingat itu, serasa kuingin berkata

 

“Apalagi yang kurang di Indonesia?”

Indonesia nampak baik-baik saja, tapi yang sebenarnya terjadi tak dipedulikan.

Indonesia, sekarang sudah terluka, airnya dikotorkan, pepohonannya ditebang, tanahnya disengketakan. Sudah lupa rasanya bagaimana anugerah Tuhan di Asia Tenggara ini merupakan rumah emas bagi banyak insan.

Indonesia, kian mengglobal, namun kian tercoreng juga namanya. Kebencian di depan, eksploitasi di belakang. Segalanya terjadi begitu cepat, seakan mati satu tumbuh seribu. Apakah ada orang yang melihatnya?

Indonesia, semakin terluka dirinya, semakin sulit menggapai cita-citanya. Sungguh, ada apa dengan orang-orang di dalamnya? Kemanakah anak muda sebagai penggeraknya? Kemanakah anak muda sebagai pembangun fondasi bangsa ini?

Anak muda bangsa. Aku, kamu dan kita. Harusnya bisa menjadi jawaban atas semua masalah.

Ingatkah buku sejarah yang engkau pelajari? Bagaimana pemuda-pemudi berusaha mati-matian membela bangsa ini supaya menjadi bangsa yang sukses dan pantas untuk ditinggali oleh generasi penerus.

Bagaimana mereka harus melewati banyak rintangan demi mengindahkan satu tujuan yaitu menyudahkan belenggu yang mengikat negara sejak lama. Tertulis semua di sejarah, namun mengapa kita tetap lupa?

Dahulu, anak muda adalah raksasa. Tak terlena oleh buaian, merangkak menuju keadilan yang harus diterima. Namun apa yang terjadi sekarang? Tiba-tiba semangat dan gairah itu hilang. Semua menutup mata dan telinga. Raksasa yang dulu kuat sekarang sedikit demi sedikit menghilang.

Persaingan yang salah membuat kita tak bisa bergerak menyelamatkan bangsa. Banyak dari kita yang tak sadar itu semua…

Teman, kita sudah terlalu lama dibuai oleh kesenangan masa muda. Perang yang kita lewati hanyalah perang media sosial tentang “siapa yang paling benar?”, persaingan yang kita hadapi adalah persaingan “siapa yang lebih kaya”. Kita berlomba-lomba dalam permainan “siapa yang hidupnya lebih enak?”.

Segala persaingan urban yang kita hadapi kemudian menutup mata kita dengan kesulitan yang dihadapi jutaan masyarakat lainnya. Lupa kita perjuangan seorang ibu yang rumahnya harus digusur demi pembangunan mall baru. Telah lupa juga kita tentang perjuangan saudara-saudara kita yang pernapasannya terganggu karena asap yang diakibatkan oleh pembakaran hutan. Lupa kita, akan tertatihnya bangsa ini berjalan, saat kita lebih memilih duduk di restoran dan tempat kopi mahal untuk memenangkan “persaingan urban”

Budaya konsumerisme menguasai kita sehingga kita terkadang lupa akan teman-teman lain yang bahkan tak bisa mendapatkan sesuap nasi. Masih lupa untuk berbagi, masih tak ingin untuk mengetahui, masih sibuk memiskinkan diri demi nama. Untuk apa gelar ini kemudian kau pakai?

Namun, kita tetap penentu bangsa. Apapun keadaanya, kita tak boleh menyerah.

Teman, kemiskinan urban bukan sesuatu yang harus kita banggakan. Marilah buka penutup mata yang membutakan kita selama ini, lihatlah negara ini dengan lebih teliti. Apakah dengan banyaknya kesulitan yang dialami oleh saudara sebangsa kita, kita masih nyaman berduduk dan tertawa di sebuah klub? Maukah kita keluar dari zona nyaman, dan mulai berbagi?

Karena bagaimanapun, perubahan selalu diawali dari tangan kita…

Sumber gambar :
Cover: https://www.scentuals.ca/blog/2016/01/05/the-lowdown-on-the-mindfulness-trend/
https://life.idntimes.com/inspiration/maira/dear-anak-muda-masihkah-kita-menutup-mata-kita-akan-kesulitan-bangsa-ini/www.theguardian.com
https://life.idntimes.com/inspiration/maira/dear-anak-muda-masihkah-kita-menutup-mata-kita-akan-kesulitan-bangsa-ini/www.todayonline.com
https://life.idntimes.com/inspiration/maira/dear-anak-muda-masihkah-kita-menutup-mata-kita-akan-kesulitan-bangsa-ini/meridithkohut.photoshelter.com
https://life.idntimes.com/inspiration/maira/dear-anak-muda-masihkah-kita-menutup-mata-kita-akan-kesulitan-bangsa-ini/dailymail.co.uk
https://life.idntimes.com/inspiration/maira/dear-anak-muda-masihkah-kita-menutup-mata-kita-akan-kesulitan-bangsa-ini/www.scottcountyfoundation.org