#AkuWanitaHebat

Namanya, Ananda Marissya Widya.

Atau biasa dipanggil dengan sebutan Icha ini lulus dari S1 School of Business and Management Institut Teknologi Bandung pada tahun 2012. Ia sempat bekerja di sebuah perusahaan ritel fashion multinasional asal Jepang dan belajar budaya disiplin ketatnya langsung di negara matahari terbit tersebut.

Setelah itu ia melanjutkan studi S2-nya di Domus Academy Milan, Itali, dan mengambil jurusan business design. Sampai akhirnya visi hidup membawanya menjadi Founder dan CEO dari Rubrik (Instagram: @Kurirubrik) sekaligus merangkap sebagai Marketing and PR Director dari Lingkaran, di usia yang terbilang cukup muda.

Rubrik: sebuah bisnis yang Icha bangun berdasarkan keprihatinannya dengan perkembangan edukasi masyarakat Indonesia.

Wanita yang lahir di Jakarta, 8 September 1990 ini bercerita pada IDNtimes bahwa ia takjub dengan Perpustakaan Kultur Huset (Culture House) yang ada di Stockholm, Swedia. Ia melihat bahwa membaca masih dibudayakan dengan kental mulai dari anak kecil hingga lanjut usia dan perpustakaannya teratur dengan sangat baik. Ia berpikir pantas lah negaranya bisa maju dan orang-orangnya “terdidik” dengan baik.

Icha kemudian berpikir kenapa yang seperti itu gak dibangun saja di Indonesia. Ia akhirnya merancang “bisnis” perpustakaannya dengan matang yang terdiri dari: perpustakaan, creative room dan kafetaria. Tapi harus sempat tertunda karena terhalang masalah budget. Ia kemudian melanjutkan riset untuk bisnisnya dan menemukan fakta bahwa literasi di Indonesia sangat rendah: hanya 1 dari 1000 orang saja yang suka baca. Akhirnya lahirlah twist konsepnya yang diawali dari online terlebih dahulu, yang kemudian ia beri nama Rubrik, berdiri pada tanggal 2 Mei 2015.

Selain kondisi edukasi Indonesia yang memprihatinkan, apalagi sih yang menjadi perhatian Icha untuk berbuat sesuatu?

Visi Icha melalui Rubrik adalah “membuat membaca menjadi lifestyle terutama bagi kalangan menengah”. Kenapa kalangan menengah?

Karena menurut Icha, Indonesia saat ini terjebak dalam gaya hidup golongan menengahnya yang punya uang sedikit saja sudah dibuat hura-hura, shopping, nongkrong dan lainnya. Sementara pengalamannya dengan budaya di Eropa, mereka yang punya uang digunakan untuk pergi ke gallery, situs-situs edukasi dan diinvestasikan ke sesuatu yang lebih bermanfaat.

“Gue juga berharap, hidup lo sebagai anak muda Indonesia jangan berhenti di gadget! Go out! See the color of another skies. Inspirasi itu gak hanya datang dari gadget, jangan terkubur dalam digitalisasi. Belajar budaya lain tapi tetap selalu ingat roots dari mana lo berasal” – Pesan Icha kepada semua anak muda Indonesia.

Mungkin banyak orang berpikir sekarang sudah banyak e-books, kenapa masih memperjuangkan perpustakaan? Selain supaya lepas dari alasan untuk ber-gadget ria, Icha sudah melakukan riset bahwa informasi akan lebih bisa diserap ketika tangan kita beraktivitas membolak-balik halaman dan cenderung lebih mudah lelah bila membaca lewat gadget.

Jadi jangan khawatir, buku gak akan mati.

Icha dengan senang hati berbagi kisah kiprahnya di dua bisnis sekaligus secara bersamaan: Rubrik dan Lingkaran.

Jadi sebenarnya bisnis seperti apakah Rubrik? Rubrik yang dibangun oleh Icha adalah bisnis perpustakaan buku-buku terpilih yang dapat disewa secara online, kemudian buku tersebut akan diantarkan langsung ke tempatmu dan dijemput kembali ketika masa pinjamnya telah selesai.

Awalnya peminjaman dilakukan dengan melihat daftar buku di websitenya kemudian top-up credit sewa, yang akan dikurangi sesuai harga sewa buku masing-masing. Sekarang Rubrik telah berkembang membuka pop up library di berbagai tempat di Jakarta sehingga buku-buku yang tersedia dapat dipilih langsung.

Kalau Lingkaran itu apa? Lingkaran itu adalah sebuah bisnis Program Directing yang berdiri pada 27 September 2014. Dipimpin oleh Wendy Pratama, visi Lingkaran punya sisi edukasi yang serupa dengan Rubrik sehingga Icha memutuskan untuk berkiprah di Lingkaran juga mulai Maret 2016.

Singkatnya, Lingkaran adalah bisnis komunitas edukasi untuk orang-orang yang berminat dalam bidang kreatif. Paket program yang ditawarkan mulai dari personal development, creative skills dan entrepreneurship. Beberapa perusahaan telah meminta bantuan untuk mengatur workshop dan kelas mereka, mulai dari crafting materi sampai running workshop-nya.

Icha berbagi soal sosok wanita hebat baginya dan sebagai salah satu kalangan wanita urban Indonesia, ia ingin menginspirasi lainnya.

Icha mengidolakan Michelle Obama sebagai contoh wanita hebat dalam dunia nyata, selain itu memang visinya sejalan dengan Michelle Obama yaitu fight for education.

“Wanita hebat itu adalah wanita yang berani dan punya integritas. Walaupun banyak diremehkan, ia akan tetap memperjuangkan impiannya yang bermanfaat, gak mudah goyah.” – Ungkap Icha mengenai sosok wanita hebat menurutnya.

Menurut Icha, sebagai kalangan urban, kita harus membiasakan budaya yang baik seperti membaca. Karena selama ini yang dicontoh oleh masyarakat adalah kebiasaan kaum urban.

“Anya Geraldine yang menontonkan gaya hidup bebasnya aja dijadikan relationship goals sama orang-orang. Harusnya kaum urban lain menyontohkan budaya yang baik untuk diikuti” – Icha khawatir dengan perkembangan budaya saat ini.”

Icha juga bersemangat ketika akan menyampaikan pesan kepada seluruh wanita Indonesia.

“Jangan pernah takut, kalau punya ide dan cita-cita, rencanakan dengan baik. Tapi hal paling penting adalah eksekusi tanpa banyak alasan, tanpa eksekusi kamu gak akan pernah tahu idemu itu akan berjalan atau gak. Gak ada alasannya gara-gara kita adalah wanita terus menghentikan kita dalam beraksi besar.” – Tebar semangat Icha kepada wanita Indonesia.

Percayalah, kamu juga salah satu wanita hebat versi dirimu sendiri. Namun kamu sering tak menyadarinya. Setiap wanita istimewa dan berdaya. Saatnya kamu angkat bicara dan ceritakan kisah inspiratifmu pada dunia. Upload fotomu dan bagikan ceritamu di media sosial ya. Jangan lupa gunakan hashtag #AkuWanitaHebat.

 
Sumber gambar :
Cover: https://life.idntimes.com/women/bayu/campaign-aku-wanita-hebat-idntimes-ananda-marissya-wanita-hebat-founder-dan-ceo-rubrik-yang-ingin-mencerdaskan-indonesia/full